NEMU. HARTA. KARUN.
Niat awal cuma mau googling jurnal-jurnal buat nambahin bahan. Tiba-tiba, nemu tesis dari Lund University, yang ngebahas topik yang sama dengan topik skripsi gue.
Pertamanya gue pikir palingan ini kayak yang di google book, yang ada banyak halaman-halaman blank. Atau cuma nampilin bagian introduction-nya aja terus download-nya kudu bayar. Eh ternyata pas gue buka, setiap lembar sang tesis dari judul sampai daftar pustakanya lengkap aja loh. Terus gue semacam ingin menjerit tapi gara-gara udah malem jadi gue urungkan niat tersebut.
Duh, duh.. Mimpi apa ye gue semalem :’)
Misternya pasti bakal gue tulis di kata pengantar gue! *dance on the dance floor*

Closing D3 CUP 2012 #firework #night #sky #instadaily #iphone4s (Taken with instagram)
Jadi ceritanya ada koper besar di kamar Jos & Rahel, yang terakhir make adalah gue pas berangkat HNMUN 2009, which is like 3 tahun yang lalu. Kopernya masih dalam keadaan terkunci, walaupun isinya udah gue kosongin. Tapi gue juga ngga inget kenapa kopernya sengaja gue kunci dan kuncinya gue pegang. Hingga akhirnya tadi sore nyokap suruh buka.
Dan isinya.. Adalah diary-diary jaman gue SMP dan SMA.
Hahaha.
Now I remember why I kept that luggage locked. I couldn’t bring it back to depok by that time, but I had to move it out from my room in our old house. Jadilah sore hingga malam gue menghabiskan waktu membaca diary-diary ini di kosan. It’s actually funny. Banyak hal yang telah berubah, tapi banyak juga yang sama sekali ngga berubah.
My diaries, before blogspot and tumblr existed, are the place where I poured my heart out. Bedanya karena diary itu nggak bisa dibaca publik, gue menuliskan semua hal dengan sangat detil, deskriptif, dan blunt. Most parts actually made me go, “Ah serius banget gue dulu ngerasa begini?” or “Sumpah ya lo dulu naif banget”. Hahaha. Kebanyakan isi ceritanya, of course, tentang cinta monyet dengan beberapa orang di masa lampau yang I dont even know where they are right now.
Banyak juga, tentunya, tentang persahabatan gue dulu (yang baru gue sadari ternyata mayan banyak drama juga ya haha). Yang jelas, everything was so chronologically detail & intense sehingga reading my diary really felt like reading a novel. Buat gue, masa-masa SMP was the hardest time in my life. Many things in many aspects have changed & set my basic perception, which I still hold on to now, on friendship, love & falling in love, or what I like doing and dislike doing, and so on.
Membaca cerita lengkap mengenai apa yang membentuk gue sekarang rasanya, hmmm, apa ya.. Membantu gue mengingat who I am and what I am made out of. If that even makes sense to you..
Well.. Karena ternyata baterai laptop gue habis dan chargernya ketinggalan di bogor sedangkan gue di depok so I guess finishing all 4 of my diaries will be this night’s agenda.
it just really hurts.
and it hurts even more because it is so hard to explain why.
Enjoying theirselves in their own playground #train #children #playing #instadaily (Taken with instagram)
Abe waktu itu bilangnya kangen. Tapi pas ketemu di rumah dia malah sibuk sama laptopnya dan diajak ngobrol cuma jawab seadanya :(